Tenggarong Kutai Kartanegara– Pondok Pesantren PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong memperingati Milad ke-50 tahun (1976–2026) sebagai momentum refleksi sejarah, penguatan komitmen, dan kebangkitan lembaga menuju pesantren yang unggul dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel resmi yang dilaksanakan oleh Yayasan PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan H. Achdar Rifai dan Sekretaris H. Husni Thamrin. Dalam apel milad tersebut dilakukan pembacaan sejarah berdirinya pesantren oleh Ketua Yayasan, sementara pembina upacara adalah Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pembacaan sejarah disampaikan bahwa pesantren ini didirikan pada tahun 1976 oleh Drs. H. Achmad Dahlan, Bupati Kabupaten Kutai saat itu, sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan Islam yang terstruktur dan berorientasi masa depan. Sebagai bagian dari momentum Milad yang dilaksanakan pada waktu berbeda, dilakukan pengecoran Cakar Ayam pembangunan Asrama Putra 18 kamar dengan total anggaran Rp2,2 miliar. Prosesi pengecoran dilakukan oleh Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara dr. Aulia Rachman Basri, Ketua DPRD Kukar H. Ahmad Yani, serta para undangan. Pembangunan ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan dari generasi pendiri hingga generasi hari ini.

Ketua Panitia Milad, Wahidatuzzakiah, menegaskan bahwa peringatan 50 tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang silaturahmi, doa bersama (haul), serta dialog kepesantrenan sebagai ruang gagasan dan konsolidasi alumni.
Dialog menghadirkan Ust. Nasrun Basri, M.Pd.I dari Ponpes Darul Ihsan Samarinda, Muhammad Idham (Anggota DPRD Kukar sekaligus alumni), serta Selamat Said Sanib, M.Sos — alumni MTs tahun 1985, Public Speaker, Trainer, Penulis dan Penyair. Selamat Said Sanib yang juga Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kalimantan Timur, akrab disapa Bang Said, menegaskan bahwa reputasi lembaga tidak lahir dari klaim, melainkan dari rekam jejak sejarah, karya, dan kontribusi nyata para alumninya. “Branding pesantren harus dibangun melalui dokumentasi yang kuat dan narasi sejarah yang terstruktur agar keberadaan pesantren semakin diakui publik,” tegasnya.

Rangkaian Milad juga dimeriahkan dengan penampilan seni Siti Rahmadaniah dan Gasto dari Kuarsa Mahakam yang membawakan karya “Aku Sebutir Hujan”, menghadirkan suasana reflektif dan menyentuh.
Sebagai bagian dari Milad ke-50, dilakukan pula penyusunan buku “Kiprah dan Harapan 50 Tokoh Alumni” yang mendokumentasikan kontribusi alumni di berbagai bidang: pemerintahan, politik, pendidikan, dakwah, ekonomi, tokoh perempuan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, akademisi, seniman, hingga pengabdian sosial. Tim penyusunan terdiri dari Selamat Said Sanib, Misran, Yati Sukri, Hj. Monawwarah, Yakson, dan Sarifuddin.
Puncak peringatan Milad 50 Tahun PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong akan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 di lingkungan pesantren.
1976–2026: Setengah Abad Mengabdi, Menjaga Tradisi, dan Membangun Generasi. (VAR)

















