Selamat Said Sanib Isi Materi Ice Breaking dan Public Speaking Senior Course HMI Cabang Kukar

0
53

Kutai Kartanegara. Selamet Sanib yang merupakan seorang Trainer Public Speaking yang sudah menasional di daulat mengisi materi : Merawat Air Mata Perkaderan Melalui Ice Breaking dan Public Speaking
Alhamdulillah, pada kegiatan Senior Course HMI Cabang Kutai Kartanegara yang diikuti oleh 17 peserta dari berbagai HMI Cabang di Indonesia. Seperti HMI Cabang Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah, HMI Cabang Pangkep, HMI Cabang Makassar, HMI Cabang Pare pare, dan HMI Cabang Banjarmasin. ” Sebagai juga alumni HMI yang tergabung dalam MW-KAHMI Kaltim, saya mendapat amanah menyampaikan materi Ice Breaking dan Public Speaking pada SC HMI Kukar kali ini ” Ujar Slamet Sanib pada media online nasional GempitaNews Selasa (10/06/2026).


Menurut Selamat Said Sanib. M.S.Sos, yang juga aktif sebagai penulis puluhan judul buku ini menyebutkan; bahwa di antara peserta yang hadir, terdapat beberapa kader yang pernah mengikuti materi Komunikasi, Retorika, Agitasi, dan Propaganda yang saya sampaikan pada forum Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Samarinda, di antaranya Umar Salam dan Hanna Rani Farah Dibba. Kehadiran mereka pada jenjang Senior Course menjadi bukti bahwa proses kaderisasi HMI terus berjalan secara berkelanjutan dan melahirkan kader-kader yang terus bertumbuh dalam kapasitas serta pengabdiannya.
” Seperti saya melihat perkembangan Hanna Rani Farah Dibba yang kini aktif sebagai Master of Ceremony (MC) di Tenggarong menghadirkan kebanggaan tersendiri. Kemampuan berbicara di depan publik, membangun suasana, dan mengelola komunikasi dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa kaderisasi tidak hanya melahirkan aktivis organisasi, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengaktualisasikan diri dan memberi manfaat bagi masyarakat’ ujar Selamat Sanib yang juga alumni senior PPKP Ribathul Khail Tenggarong ini.


Senior Course merupakan jenjang pelatihan yang hanya dapat diikuti kader yang telah menyelesaikan LK II. Tujuannya adalah mempersiapkan tenaga pengelola latihan yang memiliki kemampuan merancang, mengelola, dan mengevaluasi proses training kader. Sebagai organisasi kader, HMI hingga hari ini tetap menjaga sistem perkaderan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dalam sesi praktik, para peserta menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Mereka berani tampil di depan forum, mampu membangun interaksi melalui ice breaking, serta mulai memahami teknik dasar public speaking seperti penguasaan panggung, pengelolaan vokal, kontak mata, dan penyampaian pesan yang efektif. Kemampuan tersebut tentu masih memerlukan latihan dan pengalaman yang berkelanjutan, namun mereka telah memiliki modal dasar yang baik sebagai calon pengelola latihan.


Selamat Said Sanib yang pernah menjabat Ketua Umum HMI Cabang Samarinda tahun 1992 – 1994 ini berharap alumni Senior Course tidak hanya mampu menjadi pengelola kegiatan training, tetapi juga menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu membangun suasana latihan yang produktif, inspiratif, dan melahirkan kader-kader HMI yang berkualitas. Sebab, pengelola latihan bukan sekadar mengatur jalannya acara, melainkan mengelola proses lahirnya kader pemimpin umat dan bangsa.
Bagi saya pribadi, kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam. Sebagai bagian dari sejarah berdirinya HMI Cabang Tenggarong yang kini menjadi HMI Cabang Kutai Kartanegara, ada kebahagiaan tersendiri menyaksikan proses kaderisasi terus tumbuh dan berkembang.
Selamet Sanib menjelaskan bahwa ; Sekitar tahun 1990–1991, saya mendapat amanah sebagai Master of Training (MOT) pada pelaksanaan pertama Latihan Kader I (LK I) di Tenggarong yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kelurahan Melayu, Jalan Gunung Lumut. Dari ruang sederhana itulah benih-benih kaderisasi HMI mulai tumbuh di Kota Raja dan kemudian berkembang menjadi fondasi lahirnya HMI Cabang Tenggarong yang kini dikenal sebagai HMI Cabang Kutai Kartanegara.
Perjalanan panjang perkaderan tersebut telah melahirkan banyak kader yang kini mengabdi di berbagai bidang kehidupan, baik di pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya. Kenangan itu menjadi pengingat bahwa kaderisasi yang dikelola dengan kesungguhan akan memberikan dampak yang panjang bagi umat dan bangsa.
Dengan semangat untuk terus merawat air mata perkaderan, saya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor untuk berbagi pengalaman dalam kegiatan Senior Course tersebut. Selama hampir empat jam, saya membersamai peserta dalam sesi Ice Breaking dan Public Speaking sebagai bekal bagi mereka yang kelak akan menjadi pengelola latihan HMI di berbagai tingkatan.
Dalam penyajian materi, peserta diajak memahami komunikasi efektif berdasarkan modalitas dominan dalam menyerap informasi, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Mereka diperkenalkan pada karakteristik masing-masing modalitas serta pendekatan komunikasi yang tepat untuk membangun hubungan yang lebih efektif dengan peserta training maupun masyarakat luas.
Materi ini diperkaya dengan pengalaman praktis yang saya tuangkan dalam karya “100 Kata Beribu Makna” dan “Dimensi Lateralitas Brain Gym untuk Meningkatkan Percaya Diri dalam Public Speaking”, sehingga peserta memperoleh perspektif teoritis sekaligus pengalaman aplikatif dalam mengelola forum dan berbicara di depan publik.


Di tengah penyajian materi, hadir Ashraf, Sekretaris Majelis Alumni PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong yang juga tergabung dalam Tim Penulis Buku “50 Tahun Harlah PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong: Kiprah dan Harapan”. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri dalam proses berbagi pengalaman kepada para peserta.
Saat jeda Shalat Ashar, kami sempat melaksanakan shalat berjamaah dan berbincang sejenak. Tanpa banyak diketahui, Ashraf kemudian mengurus sepeda motor yang saya gunakan untuk perjalanan ke lokasi kegiatan. Motor tersebut diisikan bahan bakar hingga penuh dan dipastikan siap digunakan untuk perjalanan pulang.
Perhatian sederhana tersebut memiliki makna yang mendalam. Bukan semata tentang bahan bakar atau kendaraan, melainkan tentang terpeliharanya nilai-nilai penghormatan kepada senior, persaudaraan kader, dan budaya saling melayani yang menjadi bagian dari tradisi perkaderan. Di tengah kehidupan yang semakin individual, sikap seperti ini menjadi pengingat bahwa hubungan yang dibangun melalui proses perjuangan dan pengabdian masih tetap hidup dan memberi makna.
Kehadiran dalam forum ini juga memiliki arti tersendiri karena dilakukan di tengah kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih. Saat ini saya masih menjalani perawatan ortopedi akibat gangguan pada lutut kanan yang mengalami pengapuran dan menimbulkan rasa nyeri, serta masih menunggu jadwal fisioterapi lanjutan. Dalam beberapa kesempatan, ibadah shalat pun harus saya laksanakan dengan posisi duduk karena keterbatasan fisik yang masih dalam proses pemulihan.
Namun demikian, panggilan untuk berbagi pengalaman dan membersamai proses kaderisasi tetap menjadi energi tersendiri untuk terus hadir di tengah-tengah kader HMI. Sebab, bagi seorang kader, pengabdian tidak selalu diukur dari kenyamanan fisik, tetapi dari kesediaan untuk tetap memberi manfaat di tengah keterbatasan yang ada.
Setelah meninggalkan lokasi kegiatan sekitar pukul 17.40 dan tiba kembali sekitar pukul 20.00, kondisi fisik yang cukup lelah membuat saya tidak dapat menghadiri undangan Pelantikan Pengurus HMI Cabang Samarinda.
Meski demikian, doa dan harapan terbaik tetap saya sampaikan. Selamat dan sukses kepada Ketua Umum beserta seluruh jajaran Pengurus HMI Cabang Samarinda yang baru dilantik. Amanah yang diemban bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah perkaderan, memperkuat tradisi intelektual, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Teruslah menyalakan obor perjuangan, merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta menjaga HMI sebagai rumah besar kader pemimpin masa depan. Karena sesungguhnya, perjalanan organisasi boleh berganti generasi, tetapi semangat perkaderan tidak boleh berhenti.
Yakin Usaha Sampai. (VAR)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPANTUN KEARSIPAN (Edisi Ke-7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here