PANTUN KEARSIPAN (Edisi Ke-6)

0
164

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama Indonesia yang termasuk ke dalam puisi rakyat. Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terikat dengan aturan. Awal mulanya Pantun adalah sastra lisan, masyarakat tempo dulu terbiasa berbalas pantun. Mereka mengucapkan langsung secara lisan tanpa pikir panjang. Namun Seiring waktu berjalan, sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Membuat pantun tidak mudah, ketika orang akan membuat pantun, orang tersebut harus berfikir dahulu agar apa yang disampaikan tetap dalam koridor pantun. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan memainkan kata- kata. Meskipun, secara umum peran sosial pantun merupakan alat penguat penyampaian pesan. Peranan pantun mampu menjadi penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan serta memastikan nilai-nilai masyarakat tetap ada.
Melalui pantin kearsipan ini penulis mengajak pesan moral bagaimana pentingnya arsip dan melakukan perlindungan dan penyelamatan arsip. Terutama arsip arsip kita yang vital yang ita miliki dari akte kelahiran hingga akte kematian tetap tersimpan rapi.

Pergi ke pasar sambil membeli selada
Membeli dua ikat di kota Bandung
Mari Bersama menelusuri arsip sejarah kita
Agar Arsip tetap selalu lestari dan mendengung (1)

Jalan – Jalan ke pasar beli sayur
Singgah dulu di Teluk Bayur
Arsip dinamis haruslah di kelola
Apabila di cari tidak kemana-mana (2)

Pergi ke mall membeli baju
Membeli baju berwarna biru
Arsip In aktif di pelihara selalu
Agar terjaga dalam record centre Bukit Biru (3)

Jalan – Jalan ke pasar beli kacang panjang
Istirahat sebentar di rumah makan padang
Arsip aktif haruslah di kerjakan
Agar terkendali dan aman — 4

Pameran Arsip Sejarah Kita
Perayaan di gelar di perpustakaan lama
Ayo kita bangun masyarakat yang berbudaya
Sadar arsip untuk kita semua — 5

(Hj. Rosita Ningsih, SE / Bidang P2A Diarpus Kukar)

Jalan-jalan ke Loa Raya.
Jalannya berbelok dan lurus melintasi gapura.
Inginnya hati arsip desa desa rapi dan tertata.
Apalah daya suport dana pemda belum jua terlaksana (1)

Jalan-jalan ke Mangkurawang
Melewati jembatan di Kampung Baru
Penyelamatan arsip bisa dilakukan
Dengan metode alih media baru (2)

Saya Arsiparis si tenaga ahli.
Datang membawa segudang ilmu dari ANRI.
Tujuan datang ke kantor ini.
Ingin mengabdikan diri hingga pensiun nanti. (3)

Sayur santan ditambahi pucuk keladi.
Sanga cabek salai pelengkap makan di tengah hari.
Yok dengsanak keroan beramai etam benahi arsip ini.
Paling endik mencari arsip biar endik perlu berhari-hari (4)

Membeli duku di Mangkuraja.
Dukunya manis senang dihati.
Jangan hak dulu arsip sembarang dimusnahkan.
Ada ketentuan berlakunya masa retensi (5)

(Siti Noergaimah, SE. MM / Arsiparis Ahli Madya)

Pergi ke pasar membeli ikan,
Ikan segar dibawa pulang.
Arsip tertata jadi andalan,
Data tersimpan aman dan tenang.— 1

Pagi hari minum jamu,
Jamu diminum bersama teman.
Kelola arsip dengan mutu,
Agar informasi mudah ditemukan.— 2

Burung merpati terbang melayang,
Hinggap sebentar di pohon jati.
Arsip terjaga sepanjang zaman,
Menjadi bukti dan memori institusi.— 3

Jalan-jalan ke Kota Samarinda,
Jangan lupa membeli ketupat.
Arsip digital kini tersedia,
Kerja semakin cepat dan tepat. — 4

Menanam bunga di halaman rumah,
Disiram pagi agar berkembang.
Arsip dikelola dengan amanah,
Pelayanan publik semakin gemilang — 5

(Febry Dwi Saputra / Bidang P2A Diarpus Kukar)

Berjalan pergi membeli gelas
Terlihat kucing warna hitam
Bekerja di kearsipan haruslah ikhlas
Agar menjadi amal kebaikan —1

Walaupun letih tetap dikayuh
Tapi mengapa terasa rata
Walaupun ngurus arsip terasa jenuh
Tetapi mengapa aku tetap cinta — 2

Jalan-jalan ke kota Bandung
Jangan lupa mengisi saku
Kalau kamu sedang bingung
Jangan lupa membaca buku — 3

Ada kera mirip buaya
Keduanya naik delman istimewa
Dikira mirip luna maya
Ternyata Arsiparis yang cantik baik budinya— 4

Kalau tuan sekuat halilintar
Pakai baju begitu gaya
Kalau tuan memang pintar
Record Center apa manfaatnya ?? — 5

Ketika ada peniti patah
Jangan gantikan dengan jarum
Ketika hati mulau melemah
Jawablah mereka dengan senyum — 6

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Urusan Arsip jangan dilupakan – 7

(Varia Fadillah / Pak Kabid P2A Diarpus Kukar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here