Liga Mahasiswa Nasdem Kaltim Menyebutkan Menulis ‘PT Nasdem Indonesia Raya Tbk’ Adalah Fitnah Keji

0
27

SAMARINDA. Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Kaltim Rifky Nugraha Menyebutkan ; bahwa Pak Surya Paloh membangun partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan keringat dan gagasan Restorasi, bukan untuk diperjualbelikan seperti saham di bursa! Seperti tulisan yang ada di rilis oleh Tempo yang Menulis ‘PT Nasdem Indonesia Raya Tbk’ itu merupakan suatu fitnah keji. “Ini yang seolah-olah mengatakan partai kami dikendalikan oleh kepentingan pemodal, bukan kepentingan rakyat,” ujar Rifky Nugraha pada GempitaNews Kamis (16/04/2026). Perselisihan antara Partai NasDem dengan Majalah Tempo di tingkat pusat merembet hingga ke daerah. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi menyampaikan pernyataan sikap dan menuntut klarifikasi dari pihak redaksi Tempo terkait pemberitaan tersebut.

Perselisihan ini bermula dari laporan Majalah Tempo edisi 13-16 April 2026 yang menampilkan ilustrasi kartun Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan tajuk utama PT NasDem Indonesia Raya Tbk. Melalui unggahan di media sosialnya Tempo juga menarasikan adanya pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang memicu spekulasi penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Menurut Rifky Nugraha yangbjiga Mahasiswa Universitas Mulawarman ini, bahwa narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut tidak elok dan berpotensi menggiring opini negatif. Pihaknya secara tegas membantah isu peleburan partai yang santer diberitakan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Saefuddin Zuhri salah satu Pimpinan NasDem di Kaltim yang menilai pemberitaan Tempo tersebut tidak proporsional, tidak berimbang, dan mengandung framing yang merugikan kehormatan Partai NasDem.

Di mana salah satunya penggunaan judul PT NasDem Indonesia Raya Tbk bukan sekadar kekeliruan redaksional,  tetapi merupakan bentuk konstruksi opini yang menyederhanakan secara keliru, bahkan menurunkan jati diri Partai NasDem sebagai institusi politik.

“Kami menilai, keseluruhan narasi yang dibangun dalam laporan tersebut cenderung inisiatif, menggiring persepsi, dan berpotensi menyesatkan publik,”ujarnya lagi. (Var)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here